Pengaruh Teman

Bismillah

Alhamdulillah saya sempatkan untuk menulis lagi, setelah sekian lama tidak melakukan aktivitas menulis di blog. Tulisan ini merupakan pengalaman pahit seorang anak muda yang baru saja berhijrah dari keburukan menuju kepada jalan yang lurus. Akan tetapi di tengah perjalanan hijrahnya terdapat banyak kerikil yang mengganggunya, sehingga dia sering terpleset dalam mencapai tujuan mulianya.

Pengalaman hijrah telah mengubah dirinya dari yang awalnya suka mendengarkan musik, bermain game sepuasnya, tidak sholat jama’ah, dan berbagai kemaksiatan lainnya yang telah berusaha ditinggalkan. Dan faktor yang memengaruhi perubahan tersebut diantaranya datang dari kawan seperjuangannya. Dia berusaha meninggalkan teman-teman yang lama untuk meminimalisasi pengaruh yang bisa mengacaukan langkah hijrahnya.

Kita dapati dalam hadits bahwa:

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

sumber: https://rumaysho.com/13311-manfaat-teman-yang-baik.html

Setelah berlalunya waktu, dia pun semakin sering hadir di kajian ilmiah yang berlandaskan al quran dan sunnah. Kehidupannya mulai tertata lagi, setelah sebelumnya dia bergelimang kemaksiatan. Waktu terus bergulir, dia semakin terlibat dalam kegiatan dakwah dengan menjadi aktivis sehingga waktunya pun banyak dihabiskan untuk melayani umat islam yang juga ingin mendapat ilmu seperti dirinya.

Sampai pada suatu waktu dia mulai melihat kejenuhan dalam aktivitas dakwahnya, mulai dari hilangnya teman seprjuangan, sering dibebankan sendirian, dan berbagai macam kebimbangan terhadap aktivitas dakwahnya. Sedikit demi sedikit dia mulai kembali kepada kebiasaan lamanya (tidak perlu disebutkan di sini) sehingga banyak waktu yang terbuang percuma akibat kelalaiannya itu. Selain itu, pengaruh keduniawiannya kembali membesar seiring menjauhnya dia dari aktivitas dakwah, hingga pada titik di mana dia sering sekali mengorbankan kegiatan dakwah hanya untuk mengutamakan kehidupan duniawi nya. Mulailah dia bergaul dengan teman-teman yang lalai dalam mengingat Allah Ta’ala, dan naudzubillah, dia menjadi sering mengikuti gaya temannya dalam menjalani kehidupan. Tidak lagi mengindahkan aturan Allah ta’ala dalam berkehidupan. Hidupnya pun terasa hampa, merasa dunia semakin membingungkannya.

–Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s